Sabtu, 04 Oktober 2014

SEKILAS INFO DARI SAYA TENTANG KOPERASI

Tugas: Ekonomi Koperasi

APA ITU KOPERASI?



Pasti dari sebagian orang atau anggota koperasi sudah mengetahui apa itu koperasi, saya jelaskan secara singkay tentang koperasi. Koperasi adalah organiasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama, koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan, nah pada intinya dari koperasi adalah kerja sama,diantara angora dan para pengurus dalam rangka mewujudkan kesejahteraan anggota dan masyarakat serta membangun tatanan perekonomian nasional.

Nah sudah tau kan pengertian dari koperasi itu?

Terdapat juga prinsi-prinsip koperasi yaitu:

·         Keanggotaan yang bersifat terbuka dan sukarela
·         Pengelolaan yang demokratis
·         Prtisipasi anggota dalam ekonomi
·         Kebebasan dan otonomi

·         Pengembangan pendidikan, peatihan, dan informasi

UU no 25 tahun 1992 tentang koperasi yang telah dibuat diIndonesia. Menurut UU no 25 tahun 1992 prinsip koperasi itu sendiri adalah:

·         Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
·         Pengelolaan dilakukan sevara demokrasi
·         Pengembangan SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha masing-masing anggota
·         Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
·         Kemandirian
·         Pendidikan perkoperasian
·         Kerjasama antar koperasi

Pada UU no 17 tahun 2012 prinsip koperasi yaitu:

·         Modal terdiri dari simpanan pokok dan surat modal koperasi (SMK)

Disini saya akan jelaskan bentuk dan jenis koperasi itu sendiri

·         Koperasi pembelian/ pengadaan/ konsumsi adalah koperasi yang menyelenggarakan fungasi pembelian atau pengadaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan anggota sebagai konsumen akhir. Disini anggota berperan sebagai pemilik dan pembeli atau konsumen bagi koperasinya.
·         Koperasi penjualan/ pemasaran adalah koperasi yang menyelenggarakan fungsi distribusi barang atau jasa yang dihasilkan oleh anggotanya agar samapai ditangan konsimen. Disini anggota berperan sebagai pemilik dan pemasok barang atau jasa kepada koperasinya.
·         Koperasi produksi adalah koperasi yang menghasilkan barang dan jasa dimana anggotanya bekerja sama pegawai atau karyawan koperasi. Disini anggota berperan sebagai pemilik dan pekerja koperasi.
·         Koperasi jasa adalah koperasi yang menyelenggarakan pelayanan jasa yang dibutuhkan oleh anggota misalnya: simpan pinjam, asuransi, angkutan dan sebagainya. Disini anggota berperan sebagai pemilik dan pengguna layanan jasa koperasi


Apabila koperasi menyelenggaran satu fungsi disebut kopeasi fungsi usaha (single pupose cooperative) sedangkan yang menyelenggarakan lebih dari satu fungsi disebut koperasi serba usaha (multi purpose cooperative)

Koperasi sendiri dibagi menjadi 2 yaitu:

Koperasi primer adalah koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan orang seorang
Koperasi sekunder adalah koperasi yang didirikan oleh beranggotakan badan-badan hukum koperasi
·         Koperasi pusat adalah koperasi yang beranggotakan paling sedikit 5 koperasi perimer
·         Gabungan koperasi adalah koperasi yang anggotanya minimal 3 koperasi pusat
·         Induk koperasi adalah koperasi yang minimum anggotanya adalah 3 gabungan koperasi

Jenis koperasi menurut statis keanggotannya

·         Koperasi produsen adalah koperasi yang anggotanya para produsen/jasa dan memiliki rumah tangga usaha.
·         Koperasi konsumen adalah koperasi yang anggotanya para konsumen akhir atau pemakai barang/jasa yang ditawarkan para pemasok dipasar.
Kedudukan anggota didalam koperasi dapat berada dalam salah satu status atau keduanya dengan demikian pengelompokkan koperasi menurut status anggotanya berkaitan erat dengan pengelompokkan koperasi menurut fungsinya

KOPERASI WADAH TEPAT BAGI UPAYA PEMBERDAYAAN PENGEMBANGAN USAHA DAN KESEJAHTERAAN ANGGOTA PENGEMBANGAN USAHA DAN KESEJAHTERAAN ANGGOTA (MENDUKUNG PEMERATAAN PEMBANGUNAN)



KONSEKUENSI BAGI INDIVIDU YANG MEMBENTUK KOPERASI



FAKTOR KUNCI TERLETAK PADA KOMITMEN ANGGOTA



SEKIAN DARI PENJELASAN SAYA MENGENAI KOPERASI JIKA ADA KEKURANGAN DAN KESALAHAN SAYA MOHO MAAF , SEMOGA PENJELASAN SAYA DAPAT BERMANFAAT BAGI PEMBACA , SEKIAN DAN TERIMAKASIH ^O^

SUMBER:



Rabu, 16 April 2014

Direct and Indirect Speech

Direct Speech / Quoted Speech
Saying exactly what someone has said is called direct speech (sometimes called quoted speech), Here what a person says appears within quotation marks ("...") and should be word for word.
For example:             
She said, "Today's lesson is on presentations."
or
"Today's lesson is on presentations", she said.
Indirect Speech / Reported Speech
Indirect speech (sometimes called reported speech), doesn't use quotation marks to enclose what the person said and it doesn't have to be word for word.
When reporting speech the tense usually changes. This is because when we use reported speech, we are usually talking about a time in the past (because obviously the person who spoke originally spoke in the past). The verbs therefore usually have to be in the past too.
For example:
Direct speech
Indirect speech
"I'm going to the cinema", he said.
He said he was going to the cinema.
 Tense change
As a rule when you report something someone has said you go back a tense: (the tense on the left changes to the tense on the right):
Direct speech

Indirect speech
Present simple 
She said, "It's cold."
›
Past simple 
She said it was cold.
Present continuous 
She said, "I'm teaching English online."
›
Past continuous 
She said she was teaching English online.
Present perfect simple 
She said, "I've been on the web since 1999."
›
Past perfect simple
She said she had been on the web since 1999.
Present perfect continuous 
She said, "I've been teaching English for seven years."
›
Past perfect continuous 
She said she had been teaching English for seven years.
Past simple 
She said, "I taught online yesterday."
›
Past perfect 
She said she had taught online yesterday.
Past continuous 
She said, "I was teaching earlier."
›
Past perfect continuous 
She said she had been teaching earlier.
Past perfect 
She said, "The lesson had already started when he arrived."
›
Past perfect 
NO CHANGE - She said the lesson had already started when he arrived.
Past perfect continuous
She said, "I'd already been teaching for five minutes."
›
Past perfect continuous 
NO CHANGE - She said she'd already been teaching for five minutes.

Modal verb forms also sometimes change:
Direct speech

Indirect speech
will
She said, "I'll teach English online tomorrow."
›
would
She said she would teach English online tomorrow.
can
She said, "I can teach English online."
›
could
She said she could teach English online.
must
She said, "I must have a computer to teach English online."
›
had to 
She said she had to have a computer to teach English online.
shall
She said, "What shall we learn today?"
›
should
She asked what we should learn today.
may
She said, "May I open a new browser?"
›
might
She asked if she might open a new browser.
!Note - There is no change to; could, would, should, might and ought to.
Direct speech
Indirect speech
"I might go to the cinema", he said.
He said he might go to the cinema.
You can use the present tense in reported speech if you want to say that something is still true i.e. my name has always been and will always be Lynne so:-
Direct speech
Indirect speech
"My name is Lynne", she said.
She said her name was Lynne.
or
She said her name is Lynne.
You can also use the present tense if you are talking about a future event.
Direct speech (exact quote)
Indirect speech (not exact)
"Next week's lesson is on reported speech", she said.
She said next week's lesson will be on reported speech.

Time change
If the reported sentence contains an expression of time, you must change it to fit in with the time of reporting.
For example we need to change words like here and yesterday if they have different meanings at the time and place of reporting.
Now
+ 24 hours - Indirect speech
"Today's lesson is on presentations."
She said yesterday's lesson was on presentations.
or
She said yesterday's lesson would be on presentations.


Expressions of time if reported on a different day
this (evening)
›
that (evening)
today
›
yesterday ...
these (days)
›
those (days)
now
›
then
(a week) ago
›
(a week) before
last weekend
›
the weekend before last / the previous weekend
here
›
there
next (week)
›
the following (week)
tomorrow
›
the next/following day
In addition if you report something that someone said in a different place to where you heard it you must change the place (here) to the place (there).

Jumat, 14 Maret 2014

Coordinate Conjunction in Compound Sentences

Hello…..my name is Tika.
Once upon a time my mother want to mall to buy something, and come to my badroom.

Tok..tok..tok…
My Mother     : Tika
Me                 : Yes mom
My Mother     : I want to mall to shopping something and I will buy for you bag and shoes.
Me                 : yes! I want bag and shoes yet I want long dress or mini dress
My Mother     : For what?
Me                 : because next week my bestfriend have a birthday party and I want wear dress.              so please buy long dress or mini dress for me
My Mother     : okay , I will buy all you want but you don’t forget to study tonight.
                        Bye honey!

Me                 : bye mom , take care!

Practice Different Tactics In Digital Marketing Age



Advertising is challenging. "The effectiveness of traditional marketing tactics is declining at a rate faster than executives can figure out how to best leverage all of the new media opportunities out there," said Mark DiMassimo, CEO of Dimassiomo Goldstein, an agency that helps companies grow, and author of the e-book "Digital@Speed."
Tips on navigating the ad front:
• Act today. The way DiMassimo sees it, your ideal marketing plan can take eons to launch; then there's the present.
His advice: "What can I do right now to move things forward while the loftier plan is in motion in the background? Stop waiting for all the facts or buying into the perfect process myth. If you're not ready to take on the newest digital tools because you're not ready to do a lot with them, that doesn't mean you can't do a little and test it out. Don't put off small things today because you can't do bigger things."
• Love what you sell. Finding a product or service you are passionate about is a lot of the battle.
"Your job is not to seem like the most sane, balanced and detached individual in the world," DiMassimo said. "You should be on fire with this thing — whatever it is."
• Take on rivals. Name them, and differentiate yourself in your marketing. Don't be shy in stating why you're better, DiMassimo says.
• Understand reviews. They play a critical role, underscores Itamar Simonson, co-author of  "Absolute value: what really influences costumers in the age of (nearly) perfect information"
"Find out from your customers which information sources they use," he said. "Reviews make concepts such as branding, loyalty and positioning less relevant and should change the way you think about marketing."
• Engage your customers. Invite them to review your product or service and make it easy by setting up a page for your company on the hot opinion site Yelp (YELP).
"Having an ongoing stream of authentic reviews from people who used your product will protect you from the occasional bad review and will ensure that new customers always find reviews that are relevant, helpful and recent," Simonson said.
• Learn from industry Davids. "They've taken on the Goliaths of their industries and come out on top," DiMassimo said.
He cites Netflix (NFXL), which took on Blockbuster and won.
Simonson notes that challenger brands have opportunities due to low barriers of entry.
"Consumers are less hesitant to try a product from a lesser-known brand when they can find positive reviews and other content about it," he said. "So companies that offer a high-quality product can do well even without heavy investment in advertising or branding."
He points to Roku, which rose from virtually unknown to capturing significant market share in the streaming set-top box market. Roku 3 has almost 6,000 reviews — with over half giving it five stars — on Amazon.com (AMZN).
• Diversify. The traditional thinking in marketing is that consumers associate your brand with certain skills, Simonson says, and they will have a hard time accepting products that don't fit this perception.
But he contends that when consumers evaluate each product separately, based on how it's being reviewed by experts and users, you can spread more easily into new categories if you offer a top-quality product.
"Sticking to the exact expectations that your customers have from your brand should be less of a concern when they base their decisions on reviews," he said.


By Michael Mink, FOR INVESTOR'S BUSINESS DAILY
sumber : http://news.investors.com/


Kamis, 12 Desember 2013

Tanggung Jawab Raden "Wayang Kult"

(Tema : Manusia dan Tanggung jawab)
Pengertian tanggung jawab dalam Kamus Umum Bahasa Besar Indonesia adalah keadaan dimana wajib menanggung segala sesuatu, sehingga berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.
Adapun tanggung jawab secara definisi merupakan kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan baik yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.
Tanggung jawab bersifat kodrati, yang artinya tanggung jawab itu sudah menjadi bagian kehidupan manusia bahwa setiap manusia dan yang pasti masing-masing orang akan memikul suatu tanggung jawabnya sendiri-sendiri. Apabila seseorang tidak mau bertanggung jawab, maka tentu ada pihak lain yang memaksa untuk tindakan tanggung jawab tersebut. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dilihat dari dua sisi, yaitu:
1. Dari sisi yang berbuat
2. dari sisi yang kepentingan pihak lain.

Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannyaitu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya. Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadaran bertanggung jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan, penyuluhan, keteladanan dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.


Dari video yang saya liat saya kaitkan dengan tugas saya yaitu manusia dan tanggung jawab Wayang sendiri merupakan seni pertujukan tradisional asli indonesia dan banyak ditemukan di pulau jawa. Kata wayang sendiri berasal dari kata “Ma Hyang” yang berarti menuju kepada roh spiritual,dewa dan tuhan Yang Maha Esa. Dari lakon sanghyang jagat sakti tersebut mengisahkan tentang perjuangan dan pengabdian  seorang raden dari pulau jawa kepada Negara Armata Pura.
          Raden tersebut mendapat perintah dan tanggung jawab dari sang patih Negara Armata Pura untuk merebut beberapa wilayah di pulau jawa. Wilayah-wilayah tersebut adalah DKI Jakarta, Daerah istimewa Yogyakarta, Jateng, Jatim, dan Jabar. Dia juga mengemban tanggung jawab kepada negara yaitu untuk membangun negara itu sendiri sebaik mungkin. Serta Raden dalam agenda kegiatannya ingin membangun Negara dalam jangka panjang, dan mensejahterakan rakyat. Dengan prinsip kehidupan yang di lakoni sesuai UUD 1945, Pancasila, Proklamasi dan 17 Agustus 1945 sebagai penyemangat bangsa.
          Dari lakon wayang kulit yang dibawakan oleh Ki Rd Yusup Sulton saya dapat melihat sang raden yang mendapat tugas dari patih Negara Armata Pura memiliki tanggung jawab yang beradab. Karena ia rela mengabdi kepada masyarakat untuk mensejahterakannya. Serta tanggung jawabnya yang besar terhadap negara dan menyerahkan semuanya kepada tuhan Yang Maha Esa. Tanggung jawab inilah yang dijadikan sebagai perwujudan kesetiaan, kasih sayang dan norma.
Kesimupulannya : bila kita mendapatkan suatu perintah atau berani berubuat sesuatu harusnya kita melaksanakannya karena dengan demikian kita menjadi manusia yang dituntut untuk bertanggung jawab setiap tugas yang kita laksanakan
dikutip dari video “wayang kulit”
http://cai.elearning.gunadarma.ac.id/webbasedmedia/hasil-pencarian2.html

Pandangan Hidup Bagi Penari Gandrung


(Tema: Pandangan Hidup)

                Warisan budaya bangsa kita sangatlah banyak, mulai dari alat music, music itu sendiri, tarian, maupun kebudayaan yang unik dan langka yang tak dapat kita temukan ditempat lain. Yang akan saya bahas dalam post kali ini ialah tentang kebudayaan bangsa Indonesia yaitu Tari Gandrung.

            Gandrung merupakan suatu tarian dari daerah Bali, Lombok, dan juga Jawa Timur. Tarian ini merupakan tarian yang dilakukan oleh lebih dari satu wanita, atau pun seorang laki-laki yang memainkan peran sebagai wanita dalam tarian ini. Tarian ini sungguh memukau mata turis manca Negara maupun turis local.




Bagi penari gandrung memiliki pandangan hidup hasil rnungan yaitu pandangan hidup sesuai dengan kebenarannya . pada dasarnya pandangan hidup itu memiliki cita-cita tersendiri, harapan dan tujuan yang selalu ada selama mereka hidup.

Penari gandrung mempunyai pandangan hidup sesuai dengan kenyataan yang ada dikarenakan dari sejak kecil sering kesakitan dan mengalami kerasnya hidup , sehingga dari orang tua angkatnya untuk menjadi seorang penari gandrung, sehingga dia berusaha untuk mengisi perekonomiannya dengan menaidai seorang penari yang menghadiri setiap acara (istilahnya mengamen) dengan waktu kerja yang tidak menentu. Tujuan hidupna pun adalah berkeyakinan bahwa ia terus berusaha dan berjuang dalam kehidupan, bahwa hidup ini tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.bahwa tarian gandrung mulai memudar sehingga penari gandrung yang akan terus menjanga kelestarian gandrung tersebut agar tidak punah. Dari umur 10tahun penari gandrung tersebut mendalami tarian gandrung tersebut walau dengan cemohan orang-orang disekitarnya dia tidak memperdulikannya.

Bahwa pada dasarnya adalah setiap manusia pasti memiliki cara pandangan hidupnya masing-masing , pandangan hidup bagi mereka yaitu adalah cita-cita yang harus dicapai semua yang dicita-citakan berujung dengan baik tetapi tidak semua cita-cita dapat tercapai butuh perjuangan dan usaha agar keinginan tersebut tercapai.

Dengan demikian, kebudayaan bangsa yang satu ini sudah mulai langka untuk ditemukan di daerah kota besar. Kita seharusnya sebagai anak bangsa memiliki tanggung jawab dan tugas untuk mewariskan tarian ini dan kebudayaan ini kepada anak cucu kita. Oleh karena itu, tugas kita sebagai anak bangsa adalah menjaga kelestarian budaya Indonesia ini terutama gandrung. Agar tarian gandrung ini tidak punah dimakan oleh zaman.

dianalisis dari video berjudul "Gandrung"